Caranya dengan menyebar guru ngaji secara merata hingga ke pelosok-pelosok.
Dìkatakan Herman Deru, dì Sumsel jumlah desa mencapai 3000 lebih.
Awal program dìluncurkan pertumbuhan rumah tanfidz itu belum terlihat.
Tapi memasuki tahun ketiga angkanya 4000 antaranya ada dì LDII juga.
Tapi kendalanya ada pada penyebaran guru ngajinya.
Menurut Gubernur, mereka cenderung hanya mau dìkota saja.
“Saya minta tolong pada LDII agar guru ngaji dìsebar agak luar dan terjauh,” jelasnya.












