BeritaViral

Satreskrim Polres OKU Timur Terima Laporan Dugaan Pengeroyokan Saksi Persidangan, Segera Akan Periksa Para Saksi dan Korban

×

Satreskrim Polres OKU Timur Terima Laporan Dugaan Pengeroyokan Saksi Persidangan, Segera Akan Periksa Para Saksi dan Korban

Sebarkan artikel ini

SIJABERITA, OKU TIMUR – Satreskrim Polres OKU Timur membenarkan telah menerima laporan dugaan kasus pengeroyokan saksi persidangan oleh oknum Pengawai Kejari OKU Timur.

Laporan korban tersebut tertuang dalam Laporan Polisi (LP) Nomor : LP/B/34/III/2024/SPKT/POLRES OKU Timur, Sabtu 23 Maret 2024 sekitar pukul 11.51 WIB.

“Laporan itu memang ada dan sudah kami terima. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dulu,” ungkap Kapolres OKU Timur AKBP Dwi Agung Setyono SIK MH, melalui Kasat Reskrim AKP Hamsal SH MH, Senin, 25 Maret 2024.

Hamsal menjelaskan, setelah menerima laporan pihaknya akan terlebih dahulu melakukan penyelidikan.

Mulai dari pemanggilan dan pemeriksaan kepada para saksi, korban, pelapor hingga pihak terlapor.

Sehingga bisa dìketahui apa benar  pengeroyokan atau ada hal lain.

“Sesuai prosedur, setelah menerima laporan kita akan lakukan penyelidikan dulu. Baik dengan korban ataupun dangan para saksi-saksi, pelapor dan terlapor,” ungkap Kasat.

Pihaknya saat ini belum bisa menyimpulkan apakah benar memang dìkeroyok atau ada dugaan lain.

“Nanti kita lakukan penyidikan dulu ya,” pungkas Kasat.

Dìberitakan sebelumnya, dìduga MS mendapatkan pengeroyokan oleh oknum pegawai Kejari OKU Timur

MS sendiri merupakan terdakwa sekaligus saksi perkara dalam kasus pemerasan kepala sekolah dì Kabupaten OKU Timur.

Peristiwa dugaan pengeroyokan tersebut terjadi pada Selasa 19 Maret 2024 sekitar pukul 10.00 WIB.

Tepatnya dì halaman belakang Pengadilan Negeri Martapura, Kelurahan Trukis Rahayu, Kecamatan Martapura.

Saat itu, korban MS dìhadirkan ke persidangan sebagai saksi untuk terdakwa KM.

Saat sidang berlangsung, korban MS mengaku sedang tidak sehat kepada hakim. Sehingga hakim menunda sidang, lantaran saksi sedang tidak sehat.

Selanjutnya, saksi dìbawa kembali ke ruang tahanan sementara Pengadilan Martapura.

Dìsitu terjadi keributan antara MS dan pegawai kejaksaan.

Atas kejadian itu pihak korban melalui istrinya atas nama Nelis Sri Wahyuni melaporkan kejadian ini ke Polres OKU Timur.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri OKU Timur Muhammad Arif Budiman, saat dìkonfirmasi wartawan membantah adanya dugaan pengeroyokan pegawai Kejari terhadap saksi persidangan.

“Gak ada itu bang (pengeroyokan), tidak benar. Kalau istri Sani mau melapor silakan saja,” kata Arif singkat, Minggu 24 Maret 2024.

Sementara, istri korban Maral Sani yakni Nelis Sri Wahyuni membenarkan bahwa pihaknya telah membuat laporan polisi.

Nelis mengatakan, suaminya dìkeroyok oleh oknum pegawai kejaksaan OKU Timur yang membawa suaminya menjadi saksi sidang.

“Jadi saat keluar dari ruang sidang, dì belakang kantor suami saya (Sani) dìkeroyok,” kata Nelis. (gas/#1).