“Harga tersebut kemungkinan akan terus Mengalami penurunan hingga beberapa minggu terakhir,” ungkapnya.
Sementara Ratno petani Semendawai Suku III juga mengeluh hal yang sama dimna penurunan harga gabah dan
beras tersebut di sebabkan karena stok yang melimpah di tingkat petani.
Berbeda dengan gabah yang stoknya mengalami penurunan karena petani tidak menyimpan gabah karena
khawatir akan mengalami kerusakan selain karena lembab yang dapat menyebabkan berjamur karena cuaca ekstrim.
“Biasanya usai panen petani langsung menjual gabah, hanya menyisakan sedikit untuk di proses menjadi beras,” ucapnya.
Pembeli gabah kata dia, tidak berani membeli dengan harga tinggi karena harga beras juga murah.












