Edi Subandi menekankan bahwa acara FTBI merupakan dukungan terhadap Kurikulum Muatan Lokal Budaya Komering yang telah disusun dan diterapkan sejak tahun 2021 atas inisiatif Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, MT. Dalam kurikulum ini, Bahasa dan Budaya Komering dijadikan sebagai pelajaran wajib di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten OKU Timur.
Penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi Disdiikbud OKUT untuk terus menggelar program FTBI dengan lebih semarak setiap tahunnya.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan OKU Timur, Ir. H. Dodi Purnama, ST, MM, turut memberikan pesan kepada para siswa dan pengajar yang hadir.
“Sebagai putra daerah, saya sangat bangga dengan pemerintah yang berhasil mengemas budaya Komering agar semakin dikenal dan dihargai. Kami harap FTBI mendatang dapat menampilkan lebih banyak aspek budaya Komering, seperti adat tradisi dan kesenian khas daerah,” ujar Dodi.












