Kejuaraan tersebut meraih 5 Medali Emas, 3 Medali Perak dan 3 Medali Perunggu.
Menurut Egi, atletnya yang ikut dalam pertandingan merupakan pelajar yang berasal dari sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas dan umum.
Ia menuturkan pesilat-pesilat remaja yang ia kembangkan sebagai bentuk tameng dari pengaruh pergaulan bebas yang konotasi mengarah kearah hal yang negatif.
“Kami latihan pada anak-anak remaja di pesisir Komering, khususnya Desa Rasuan selain untuk melestarikan budaya asli bangsa Indonesia
juga sebagai bentuk alternatif remaja Komering untuk bisa berprestasi dan dikenal baik oleh masyarakat dan pemerintah”, tutur Egi, Selasa 19 November 2024.
Menurutnya latihan silat yang diajarkan bukan hanya sekedar beladiri namun juga didikan akhlak serta tatakrama.












