SIJABERITA – Sebuah kritik pedas di lontarkan oleh Bung Budi Tarra, Aktivis GMNI dan tokoh pemuda OKU Timur terhadap rencana pengadaan dua unit meja biliar oleh DPRD Sumatera Selatan dengan anggaran hampir setengah miliar rupiah.
Di tengah berbagai persoalan pembangunan daerah, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok
keterbatasan lapangan pekerjaan, dan persoalan pelayanan publik, keputusan ini terasa seperti ironi yang menampar nalar publik.
“Lembaga yang seharusnya menjadi representasi suara rakyat justru tampak kehilangan sensitivitas
terhadap realitas sosial yang sedang di hadapi masyarakat,” tulis Bung Budi Tarra.
Anggaran sebesar Rp486,9 juta untuk fasilitas hiburan internal di nilai tidak memiliki urgensi langsung terhadap peningkatan kualitas legislasi, pengawasan, maupun pelayanan aspirasi masyarakat.












