Logika tidak hanya berjalan linear ataupun longitudinal namun dalam waktu bersamaan dia berlapis menuju arah yang lebih kompleks yang kita kenal dahulu dengan istilah “strategis”.
Keadaan tersebut dapat dilihat dari fenomena kehidupan kita saat ini. Dalam contoh yang sederhana, dahulu orang berfikir bahwa bekerja itu adalah suatu tindakan yang menyenangkan karena kita akan mendapat hasil, namun kenyataan sesungguhnya adalah bekerja itu merupakan pengorbanan energi yang kita keluarkan, sehingga sejatinya hasil kerja adalah bentuk lain dari energi yang kita keluarkan tersebut. Karena itu dalam bekerja semakin berkualitas pengorbanan yang kita berikan, maka semakin berkualitas juga hasil yang akan didapat. Dengan demikian, di masa milenial saat ini, bukan hanya niat yang menentukan hasil tetapi juga adalah cara (metode) ikut menentukan kualitas hasil. Karena itu dalam era milenial ini muncullah istilah “disrupsi”.
EFISIENSI ANGGARAN DALAM KERANGKA DISRUPSI MILENIAL












