Opini

EFISIENSI ANGGARAN DALAM KERANGKA DISRUPSI MILENIAL

×

EFISIENSI ANGGARAN DALAM KERANGKA DISRUPSI MILENIAL

Sebarkan artikel ini

Efisiensi dalam Era Milenial
Dengan munculnya fenomena milenial dan disrupsion ini konsep efisiensi pun berubah. Perubahan yang signifikan terasa pada metode pencapaian efisiensi. Inilah yang dikenal dengan istilah indikator kinerja utama (IKU) atau Key Performance Indicator (KPI). IKU ditujukan untuk mengendalikan kinerja suatu organisasi atau unit kerja, dan individu, mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan, mengevaluasi performa unit kerja, mengukur pencapaian prestasi unit kerja, pemetaan dukungan sumberdaya dan anggaran, memantau kinerja organisasi, dan pengukur pencapaian tujuan organisasi.
Ruang efisiensi lebih diperketat agar ukuran dan target jelas dan terkendali. Gambaran ini jelas terlihat pada kontur struktur kabinet, meskipun jumlah anggota kabinet termasuk yang terbesar sejak pemerintahan reformasi, namun terget dan indikator kinerja jelas dan terukur.
Penggunaan gaya struktur organisasi yang biasa digunakan oleh organisasi bisnis atau swasta dikenal dengan konsep struktur matrix, dapat terbaca diformat kabinet saat ini
Pada saat retret pembekalan kepala daerah di Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah di Komplek Akmil, Sabtu (22/2/2025), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta kepada setiap kepala daerah untuk tidak berorientasi pada belanja ketika menggunakan anggaran. Tahun lalu banyak daerah yang memiliki sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) yang mencapai Rp 5 triliun. Angka yang sangat besar karena hampir sama dengan besarnya APBD salah satu provinsi di Indonesia. Menurut Tito, hal itu terjadi karena APBD tidak digunakan untuk kepentingan rakyat.